Pages

Sabtu, 03 April 2010

Mata Bionik


Kecanggihan teknologi diakui telah membantu aktivitas manusia menjadi lebih ringan. Tak hanya itu kecanggihan teknologi juga mampu mengembalikan penglihatan seorang pria tunanetra yang telah dideritanya selama 30 tahun.

Ron, seorang pria berusia 73 tahun kini mampu melihat lagi/ Para ahli menanamkan sejumlah elektroda yg dapat diteruskan ke retina. Elektroda itu akan memperkuat fungsi retina yang berada di belakang bola mata.
Ron yang sudah lama mengalami kebutaan selama bertahun-tahun kini bisa melihat lagi, namun Ron hanya bisa melihat dan membedakan cahaya atau warna hitam dan putih, itupun dengan hanya satu mata.
Para ahli juga memberikan kacamata yang dilengakpi video kamera yang akan mengirimkan data dan mengirmkan ke elketroda yang berada di dekat retina. Sistem mata bionik yang dipasang Ron, dikembangkan oleh sebuah perusahaan biotech asal California, Amerika Serikat, Second Sight.



Bila sebelumnya tidak ada harapan kesembuhan bagi para penderita tuna netra akibat penyakit keturunan, para ahli di Rumah Sakit Mata Moorfields di London sedang mencoba menyembuhkan 2 pasien tuna netra dengan menggunakan mata bionik.

Mata bionik yang disebut Argus II ini bekerja lewat kamera yang terpasang pada pada lensa kacamata. Gambar yang ditangkap oleh kamera ini kemudian dikirim lewat gelombang ke penangkap dan panel elektroda yang ditanam dalam bola mata dan menempel pada retina. Gelombang yang ditangkap oleh alat penerima ini kemudian dikirim ke elektroda yang akan mengirimnya lewat rangsangan pada saraf retina. Rangsangan ini kemudian dikirim ke otak seperti pada proses kerja mata yang sehat.

Argus II yang digunakan oleh para dokter di Moorfields ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan swasta di Amerika Serikat yang bernama Second Sight. Walaupun Argus II sudah mampu mengembalikan fungsi dasar penglihatan, namun para ahli mengatakan bahwa usaha ini baru sampai taraf dasar saja dan masih jauh dari kata sempurna.

Walaupun para dokter berharap bahwa usaha mereka ini bisa membantu 2 penyandang tuna netra yang mengikuti program ini, namun belum jelas apakah kedua pasien itu merasa terbantu karena yang mereka lihat sejauh ini hanyalah berkas cahaya dan bayangan gelap saja.


Sumber : http://indogamers.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar